Kamis, 08 Desember 2016

Coklat, Hobi & Move On



Proses dalam berkarya memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, dan itu bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun jika kita ingin mendapatkan hasil yang benar-benar maksimal dan sesuai dengan keinginan kita, khususnya jika menyangkut idealisme. Tidak hanya ide dan sebuah kekreatifan yang berada dalam proses itu tetapi dibutuhkan juga konsentrasi dan konsistensi dalam mewujudkan sebuah karya yang dapat mencerminkan kreasi yang inovatif dari si pencipta karya itu sendiri. Konsentrasi dan konsistensi inilah yang harus kita jaga jangan sampai menghambat proses kita dalam berkarya. Dan kadang konsentrasi dan konsistensi ini sering berbenturan dengan mood seseorang dalam proses pencapaian dalam berkarya. Mood seringkali menjadi batu sandungan dalam memperlambat kita bekerja, apalagi yang berhubungan dengan masalah waktu deadline. Untuk itu sangat diperlukan fokus yang tinggi agar jangan sampai mood kita menghambat proses kita dalam berkarya. Tetapi jika itu sudah terlanjur terjadi maka ada beberapa tips yang mungkin salah satunya dapat membuat mood itu hilang dan tidak menggangu kita dalam berkarya.

Tips pertama adalah, ketika mood kita sedang acak-acakan dan tak tentu arah, mungkin tubuh kita membutuhkan istirahat sejenak. Maka cobalah waktu sekitar 10-20 menit untuk merehatkan pikiran dan tubuh dengan duduk santai sejenak sambil minum atau makan makanan yang manis. Salah satunya dengan memakan coklat. Karena coklat mengandung molekul psikoaktif yang dapat membuat pemakan coklat merasa rileks, seperti theobromine,methyl-xanthine dan phenylethylalanine yang dapat dipercaya bisa memperbaiki mood seseorang, mengurangi rasa lelah di dalam tubuh bahkan bisa digunakan sebagai obat anti depresi.

Tips yang kedua adalah melakukan hobi yang paling  disukai, misalnya mendengarkan musik, menonton film, memasak, membaca buku atau merajut. Namun yang perlu diperhatikan adalah pilihlah dengan hati-hati hobi tersebut. Contohnya, jika kita senang mendengarkan musik maka ketika mood sedang acak-acakan, maka dengarkanlah musik yang slow atau bernada ringan dan sederhana agar pikiran kita tidak begitu terbebani, seperti musik yang sedang hits akhir-akhir ini yaitu folk atau twee, karena tidak mungkin jika mood sedang acak-acakan, musik yang kita pilih adalah musik-musik rock yang keras atau musik karya Bob Dylan yang penuh rekleksi pemikiran yang mendalam, karena bisa jadi itu malah menambah masalah pikiran kita dan mood kita menjadi tambah terbebani.

Ketiga, jika mood kita masih acak-acakan tak tentu arah, mungkin tubuh dan pikiran kita perlu sekali tidur yang cukup. Karena dengan tidur yang cukup semua organ tubuh akan benar-benar istirahat dan kita akan bangun dengan tubuh dan pikiran yang rileks dan segar. Setelah itu bisa diselingi olahraga sebentar untuk memaksimalkan kerja otot agar lebih siap untuk berkarya lagi atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Dan jika dari ketiga tips tadi masih belum cukup membuat mood kita kembali fokus maka bisa jadi ada masalah-masalah yang sedang anda hadapi atau pikirkan saat ini yang bisa menjadi penghambat kita dalam proses berkaya. Karena biasanya kalau mood kita acak-acakan berarti kita sedang menghadapi suatu masalah, maka masalah itu harus kita singkirkan dan segeralah mencari jalan keluar dari masalah itu. Contohnya, mood kita berantakan karena kita sedang bertengkar dengan rekan kita, maka segeralah menyelesaikan masalah kita dengan rekan itu, sehingga tidak ada lagi yang menghambat dalam kita bekerja.


Semoga Membantu xxx

Selasa, 01 November 2016

My Secret Admirer (2)

“ Ros, jangan lupa jendela di tutup.” teriak mama sambil menutup pintu kamarku. Dan tiba-tiba pintu kamarku terbuka lagi. “ Dan Ros, jangan terlalu malam, nanti sakit. Oke?” lanjut mama “ Ya, maa.” dan pintu seketika sudah tertutup.
Akhir-akhir ini aku memang sering duduk di samping balkon kamarku yang menghadap belakang rumah. Apalagi di malam minggu. Dan aku hampir selalu ada di rumah pada saat malam minggu. Bahkan tadi pagi ketika Angel dan kawan-kawan mengajak pergi nonton, aku menolaknya dan bilang hanya ingin di rumah saja. Dan ketika mereka tidak senang aku tidak ikut, mereka malah ingin main ke rumahku hari ini. Tetapi lagi-lagi aku menolak secara halus dengan bilang “Cuma pengen di rumah sendiri saja”. Aku tahu aku tidak jujur, namun ya sudahlah. Toh aku bukannya menghindar, hanya ingin menyendiri saja untuk saat ini.
            Sebenarnya aku sedang menunggu seseorang. Yup seorang cowok. Dia memang cukup tampan dan asyik diajak bicara, dan juga sepertinya berwawasan luas. Pertama kali aku tidak begitu ngeh dengan cowok ini, malahan dialah yang pertama kali melihatku. Tanpa sengaja ketika aku sering duduk-duduk dibalkon kamarku, ia melihatku beberapa kali, sampai yang ketiga kalinya kami saling bertatapan, dan ia tersenyum manis. Keesokan malamnya dia lewat lagi dan tiba-tiba ia melempar sesuatu ke arahku. Dan ternyata ia melempar bunga disertai selipan kertas yang tertulis, boleh aku main ke rumahmu besok. Sampai sekarang aku tak percaya ternyata kebiasaanku bisa membawaku kepada cowok itu.
            Keesokan harinya aku menunggu dia di depan rumah. Namun sampai jam 10 malam ia tak kunjung datang kerumahku bahkan sepertinya ia tidak melintas di depan rumahku. Apa jangan-jangan dia berbohong, pikirku. Harusnya aku sadar jika kita jangan begitu saja percaya dengan cowok yang baru saja kita kenal. Dan ketika kekecewaan mulai terasa, dengan rasa enggan aku kembali ke kamarku di atas. Namun baru saja aku masuk ada seorang cowok yang berdiri dibalkon kamarku disamping jendela. Aku hampir berteriak, karena aku pikir dia maling atau penjahat yang entah datang dari mana. Tetapi seulas senyum dan sapaan “Hai” membuat aku urung berteriak. Ternyata dia cowok yang melempar bunga kemaren. Aku tidak tahu mengapa dia mendatangi kamarku, tetapi dia itu memang unik dan aku cukup menyukainya, layaknya pahlawan yang tiba-tiba mendatangi kekasihnya lewat jendela karena takut ketahuan oleh sang penjahat. Dan tiba-tiba saja mukaku menjadi merah seketika. Pertemuan itu memang singkat, hanya perkenalan nama namun dia meninggalkan sekotak kecil coklat yang kelihatannya sangat lezat, lalu ia pulang dengan jalan yang sama ketika ia datang. Dengan lincah ia menuruni pinggiran-pinggiran tembok rumahku dengan cekatan dan melompati tembok belakang rumah. Apakah dia spiderman, pikirku melambung jauh ke dalam film-film yang pernah aku tonton.

Cowok itu adalah Tommy. Usia mungkin lima belas atau enam belas tahun, atau paling tidak dia sebaya denganku. Tampangnya cukup lucu, walau mungkin tidak setampan cowok gebetanku di sekolah, tetapi aku yakin dia cowok baik-baik. Aku baru melihatnya baru-baru ini. Seingatku baru tiga minggu yang lalu. Tetapi entah mengapa senyumnya selalu menarik perhatianku. Aku tidak tahu rumahnya, tetapi dia tahu rumahku. Karena dari situlah awal kekagumanku. Dan kali ini aku akan bertemu lagi dengannya. Sabtu depan ia mengajak bertemu lagi di dekat ujung gang rumahku menjelang sore. Aku seperti tidak sabar untuk menunggu hari sabtu besok. Dia sepertinya cowok yang cukup unik dan mungkin menyimpan banyak hal yang tidak semua orang tahu. Pernah terpikir olehku apa benar jangan-jangan dia seorang pahlawan yang sedang membutuhkan love interest. Aku kadang-kadang senyum-senyum sendiri memikirkannya. Tapi ya sudahlah toh besok sabtu kecurigaanku sepertinya berakhir.

Rabu, 17 Agustus 2016

My Secret Admirer

“ Maa, aku berangkat.“ teriakku sambil berlari keluar rumah. “ Hati-hati sayang. ” suara mama tenggelam begitu saja diiringi derapan langkah kakiku. Entah mengapa hari ini aku bersemangat sekali.
            Sesampai di sekolah aku bertemu dengan teman-temanku. “ Sumringah banget hari ini Ros?” tanya Eka yang dari tadi mengamati wajahku yang berseri ketika baru saja sampai di kelas. “ Pasti karena mau ketemu Pak Angga ya!” ledeknya.
“Apaan sih, bukan pak Angganya, tapi pelajarannya. Kan Bahasa Inggris pelajaran jam kedua, do you understand?” disambut senyum tawa Lusi dan Angel yang duduk dibelakang.
“ Bukannya kalau pelajaran loe suka sama Bahasa Indonesia ya? Terus kalau gurunya ya Pak Angga, guru Bahasa Inggris” Lusi ikut berkomentar.
“ Ya berarti sekarang gua suka dua pelajaran itu. Lagian Bahasa Inggriskan bahasa Internasional.” kuakhiri kalimatku dengan tersenyum. Dan percakapan kita seketika selesai karena pelajaran pertama sudah dimulai.
            Pelajaran hari ini lumayan menyenangkan buatku, karena ada pelajaran favoritku selebihnya kalau aku sedang rajin aku memperhatikan dengan seksama dan kalau tidak ya hanya mendengarkan sambil lalu. Hingga tak terasa bel pulang sekolah sudah berbunyi. Aku yang sudah sedari pagi banyak tersenyum, hanya bisa meninggalkan kelas dengan santai tanpa menunggu teman-temanku untuk pulang bareng seperti biasa. Tetapi Eka sadar bahwa ada yang tidak beres dengan arti senyumku sedari tadi. Hingga dia mengejarku secepat kilat.
“ Ros tunggu.” Eka berusaha berdiri sejajar denganku.
 “ Dari tadi kayaknya happy mulu, kenapa sih?” ia berusaha kepo.
“ Ngga kenapa-kenapa, kan tadi udah bilang, karena hari ini ada pelajaran Bahasa Inggris sama Bahasa Indonesia.” jawabku singkat.
“ Ini bukan masalah pelajarannya Rosa cantik, kayaknya ada yang loe sembunyiin deh dari kita-kita?” mata Eka seakan ikut berbicara juga.
“ Engga deh perasaan, udah ya loe nanya mulu kayak polisi mau interogasi penjahat. Gue duluan yah, hari ini gue mau bantuin mama bikin Spaghetti. Dahhh.” jawabku sambil menghilang dari pandangannya.
“ Sok keinggris-inggrisan lo, okelah kalau begitu, dahh juga.” jawabnya begitu saja.
            Sebenarnya aku tak bermaksud merahasiakan apa yang membuat aku senang belakangan ini. Namun karena ini masih terlalu pagi untuk dibicarakan, maka dari itu aku menunda bercerita mengenai...ahh siapa lagi kalau bukan cowok yang satu ini.


Sabtu, 30 Juli 2016

Senja Maghrib

Begitu lembut meninggalkan jejak
Bertautan dengan adzan berkumandang
Langit jingga pergi menjauh dari musuh
Musuh berselimut awan gelap yang tak pernah bisa ditebak

Riak riak tawa berlalu sunyi
Seiring gundah gulana dihati
Ingin menangis tapi tak mau
Teriak tapi tak mampu
Dan tertawa tapi tak bisa
Masalahnya aku sendiri tak ingin apa-apa

Haluan lalu hanya berbekas pedih
Tak sejalan dengan langkah hati
Andai semi bisa kembali
Pasti aku akan berdiri lagi
Ditepian senja yang terlelap pergi

Senin, 30 Mei 2016

#BahagiadiRumah bila...


#BahagiadiRumah itu bila...

            Rumah adalah tempat kita bernaung bersama keluarga. Setiap orang pasti mempunyai keluarga idaman seperti halnya rumah idaman. Rumah idaman adalah impian setiap orang apalagi yang sudah berkeluarga, tetapi rumah idaman bukanlah rumah yang besar, mewah dengan segala perabot yang bagus, yang luas dengan peralatan yang komplit. Tetapi rumah idaman adalah rumah yang selalu membuat setiap penghuninya nyaman, aman dan tentram apapun kondisinya. Setiap orang ingin bahagia di rumah dan salah satunya adalah membuat kebahagiaan di rumah kita sendiri. Dan #BahagiadiRumah itu bila...


1.      Rumah kita selalu tertata dengan baik. Kadang banyak tumpukan barang di rumah kita membuat rumah menjadi sempit atau terasa sesak, seperti buku-buku yang ada di rak, apalagi seringkali anak-anak kita suka tidak mengembalikan buku yang dibaca ketempatnya semula. Namun jika kita bisa menatanya dengan baik maka tumpukan buku akan menjadi rapih dan rumah atau ruangan tetap terasa luas dan nyaman.


2.      Semua pekerjaan rumah selesai. Siapa bilang menjadi ibu rumah tangga itu gampang, faktanya banyak para ibu rumah tangga kewalahan mengerjakan perkerjaan rumah apalagi kita tidak mempunyai pembantu di rumah. Keliatannya sepele seperti mencuci, menggosok, menyapu, tetapi jika ibu rumah tangga tidak mempunyai management yang bagus maka pekerjaan itu semua akan jadi keteter dan kewalahan. Maka dari itu dengan management waktu yang bagus setiap pekerjaan akan selesai dengan cepat dan rapih, dan jika semua itu sudah selesai maka akan lebih terasa nyaman berada di rumah dan bisa santai sejenak sambil menonton televisi, membaca buku atau tabloid ataupun hobi lainnya.


3.      Teras atau depan rumah asri dan bersih. Kebanyakan setiap orang menginginkan ada halaman di depan rumahnya agar rumah terlihat cantik dan asri, ditambah dengan banyaknya tanaman menghiasi depan rumah, pasti akan terlihat sangat cantik dipandang. Tidak hanya kita yang punya rumah yang senang, namun para tetangga juga pasti akan senang jika sedang main ke rumah kita jika dari halaman rumah saja sudah bersih dan asri. Maka dari itu jika halaman atau teras depan rumah asri dan bersih maka makin betah dan bahagia kita juga tetangga kita main di rumah. Dan bukan hanya tetangga saja, bisa saja saudara atau kolega kita tiba-tiba berkunjung mendadak maka kita tidak perlu pusing bersih-bersih rumah karena sudah menjadi kebiasaan kita setiap hari selalu menjaga keasrian dan kebersihan rumah.


4.      Dapur yang selalu terjaga kebersihannya. Bagi para ibu memiliki dapur yang bersih itu sangat penting, karena semua makanan yang berada di meja makan berasal dari dapur. Jika melihat dapur berantakan pasti para ibu akan pusing dan memasak pun jadi tidak nyaman dan semangat, juga makanan-makanan menjadi tidak higienis. Tetapi jika kita selalu menjaga kebersihan dapur maka semua kesehatan keluarga akan selalu terjamin baik. Maka dari itu keluarga akan tumbuh sehat dan selalu berpikiran positif di setiap kegiatan anggota keluarga masing-masing dan nantinya akan tumbuh keluarga yang bahagia.





              Itulah hal yang membuat saya dan keluarga selalu berbahagia dan betah di rumah. Jadi pada intinya kita harus membuat rumah senyaman dan sebersih mungkin agar kita selalu betah di rumah dan menjadikan rumah kita adalah istana yang harus kita jaga. Dan jangan biarkan rumput tetangga lebih indah dari rumput kita sendiri. Lovely NOVAVERSARY NOVAVERSARY


Seindah-indahnya rumah orang, itu bukan milik kita
Biarpun hanya kesederhanaan, namun itu seutuhnya adalah tempat keluarga kita kembali
Yang akan selalu menghiasi hari-hari indah di istana rumah idaman kita
Semoga Nova juga selalu menghiasi dan mengisi hati para wanita di rumah
Selamat Ulang Tahun Nova

#BahagiadiRumah


Kamis, 03 Maret 2016

Buku Bajakan


Banyak pemberitaan mengenai pembajakan di berbagai media, yang paling ramai tentunya pembajakan film dan lagu, khususnya mereka sebagai pencipta yang marah karena karyanya dibajak atau dipakai tanpa seizinnya. Dan itu terjadi hampir setiap tahun ramai diperdebatkan. Tetapi jarang sekali atau tidak begitu terdengar koar-koar masalah pembajakan buku.
Minggu kemaren saya pergi ke pasar yang dekat dengan rumah, dan di depan pasar tersebut terdapat beberapa pedagang dadakan yang menggelar barang dagangannya di emperan jalan. Dari mulai makanan, baju, alat-alat dapur sampai mainan anak-anak, tentunya yang harganya terjangkau isi dompet ibu-ibu rumah tangga yang belanja di pasar tradisional. Dan di tengah-tengah penjual itu saya menemukan penjual buku-buku yang memang jarang ada di pasar, lagipula jarang ada ibu-ibu yang membeli buku walau itu hanya sekedar buku resep. Awalnya saya melihat-lihat apakah ada yang bagus, karena disitu harganya tertulis sangat murah sekali dibandingkan di toko buku, maklum saya suka membaca dan senang mengunjungi toko buku. Sekilas saya tidak sadar bagaimana buku tersebut dan saya hanya memperhatikan judul dan sampul buku, tetapi lama kelamaan saya sadar bahwa kertas buku itu tipis dan tidak seperti yang ada di toko buku yang biasa saya kunjungi. Awalnya saya kira itu buku bekas karna wajar murah sekali, tetapi setelah saya tanya ke pedagang ternyata itu buku asli dan bukan second. Pertanyaan ya adalah apakah itu buku bajakan?
Setelah saya tanya dengan suara yang pelan, si abang hanya tersenyum. Dari situ saya sadar bahwa semua buku itu bajakan, dengan kualitas yang buruk, dan sangat terlihat jelas ketika saya melihat-lihat edisi komik, itu kentara sekali perbedaannya. Dari pertama saya ingin membeli karena suka, tiba-tiba saya urungkan. Karena lebih baik mahal tetapi berkualitas bagus daripada murah tapi dengan kualitas yang jelek. Dan tidak hanya itu saya sendiri juga suka menulis dan mempunyai blog, dan suatu saat saya berkata bahwa saya ingin sekali menjadi penulis buku. Dan bayangkan jika itu semua adalah buku yang sudah kita tulis dan susun dengan teliti selama berbulan-bulan, dan lagi tertahan lama di editor lalu dipromosikan, setelah itu dengan seenaknya si pembajak membuat ulang buku kita tanpa seizin dari kita atau penerbit, apa perasaan kita? Tidak sudi tentunya. Mungkin itu yang sudah dirasakan oleh musisi atau pelaku film yang karyanya dibajak.
Memang pembajakan harus segera ditindak, dan dibuat peraturan yang jelas mengenai hukum-hukum pembajakan. Agar tidak ada lagi yang dirugikan. Dan bukan hanya itu pemerintah juga harus menyesuaian karya-karya anak bangsa seperti film, lagu maupun buku mengenai akses membeli entah itu secara fisik atau melalui internet dan juga harus disetarakan dengan harga yang masuk akal bagi konsumen indonesia. Karena terkadang mengapa marak sekali pembajakan entah itu lagu, film, atau buku adalah mengenai harganya. Mungkin bagi masyarakat menengah ke atas harga masih dapat dijangkau, tetapi bagaimana dengan masyarakat menengah ke bawah. Walaupun saya kurang mengerti masalah proses karya itu terbentuk sampai di tangan masyarakat, tetapi yang pasti seharusnya pemerintah bisa lebih mempermudah atau paling tidak mengawasi jalur pengkopian sebuah karya, jangan sampai masuk ke tangan yang salah, yang memanfaatkan karya orang lain tanpa seizin yang berwenang. Dan akses untuk mendapatkan produk juga harus dipermudah, karena kadang mengapa masyarakat sering membeli produk bajakan, karena tersebar dimana-mana, seperti minimarket yang menjamur. Sehingga masyarakat lebih senang mengunjungi akses yang terdekat. Dahulu juga saya sering melihat toko kaset menjamur dan penyewaan dvd juga peminjaman buku dimana-mana, namun sekarang sudah banyak yang gulung tikar atau mengubah usaha lain, mungkin ya itu karena menjamurnya karya-karya bajakan yang lebih murah dan ada dimana-mana. Dan satu lagi perkembangan teknologi yang tumbuh pesat juga menjadikan internet bisa lebih mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat, sehingga seharusnya ada cara lebih mudah untuk penjualan melalui internet yang mengakibatkan penurunan unduhan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang mana tidak memiliki izin dari karya orang lain, sehingga banyak masyarakat menikmati hanya dari kuota internet saja.
Dan satu lagi pemerintah jangan hanya terfokus kepada pembajakan lagu dan film, tetapi juga semua media termasuk buku didalamnya, karena para penulis juga sebenarnya merasa kecolongan akibat banyaknya kasus pembajakan. Atau mungkin malah pembajakan buku terlebih dahulu yang harus ditangani, agar masyarakat dapat mudah mengakses buku dan semakin banyak orang yang rajin membaca sehingga lebih membuka pemikiran masyarakat modern agar tidak lagi membeli sesuatu yang berbau bajakan.


Senin, 18 Januari 2016

Alunan Jiwa

Perasaan hati yang tak terbantah
Menusuk pada
Kegundahan
Haruskah kuda berlari kencang
Hingga seperti
Orang buta yang tidak
Tahu jalan
Mendadak langit mengadu
Awan yang terus
Bersamanya membantah
Ternyata si kancil
Berbohong lagi
Berkata tidak akan
Mengulangi
Tapi apa yang terjadi
Rumput terus bergoyang
Gunung tetap berdiri
Angina tetap bertiup
Pohon tetap bernapas
Dan hanya
Debu yang tertunduk malu



Peranku di dunia tak terwujud lagi
Adakah penghalang antara waktu dan ruang
Takkan mampu semua menyertainya
Di setiap sudut bahwa aku telah melampauinya

Aku terpana kaku
Bahwa rasa ini ternyata hanya hampa
Tak berarti lagi di mata dunia
Aku hanya bisa berharap
Tanah masih bisa menantiku dengan senyum

Telah lama aku pikirkan hal ini
Sedari dulu, dari sebelum mereka ada
Dari waktu dimana berjalan sendirian

Hampa alam yang merana
Kini yak berbekas di setiap sudut
Tak teramati lagi
Jauh telah tertinggal
Satu jejak yang terus membekas



Satu cinta untuk kekasih
Banyak cinta buat keluarga



Senin, 04 Januari 2016

Neu Jahr

Tahun Baruuuuu
Dimulai dengan postingan ingatan tentang satu tahun yang telah berlalu. Tiba - tiba seorang teman mengingatkan akan masa itu, itulah awal - awal tahun yang menyenangkan. untuk tahun ini? Belum tahu akan dimulai seperti apa. Resolusi, pencapaian, mimpi-mimpi, dan semua harapan tentunya masih ingin diwujudkan. Dengan berbagai peristiwa yang menjadi pelajaran, pengingat, tuntunan pasti akan selalu dijaga dalam memori yang mendalam. Satu tahun terlewati, satu tahun menanti, satu waktu pasti musim indah akan terganti.
Selamat Tahun Baru

                                                                Antara Sukabumi dan Bukit Tinggi


                Travelling adalah hal yang menyenangkan bagi kebanyakan orang, terkecuali saya. Sebenarnya hal paling malas bagi saya adalah jalan-jalan dan banyak berinteraksi dengan dunia luar. Saya lebih sering menghabiskan waktu me time di rumah, seperti membaca dan memasak. Itu adalah dua hal pengisi waktu luang yang ampuh dibanding jauh dari rumah, berkelana menghabiskan banyak tenaga, waktu dan juga tentunya uang. Sehingga saya memutuskan travelling adalah bukan salah satu dari daftar hobi saya.
                Namun pada saat yang bersamaan di bulan Januari 2015 kedua sahabat saya menikah di tempat yang jauh dari kota saya berada ( Jakarta ). Yang satu menikah di Sukabumi pada tanggal 3 Januari 2015 dan satu lagi tanggal 4 Januari di Bukit Tinggi. Keduanya adalah teman dekat saya dan saya sangat sangat ingin menghadirinya. Dengan jarak yang berjauhan satu sama lain, dan waktu yang berdekatan membuat saya menjadi bingung, si satu sisi ingin menghadiri dua-duanya, tetapi di sisi yang lain seperti tidak memungkinkan bagi saya pergi kedua tempat yang berbeda dengan jarak yang berjauhan.
                Namun karena ini adalah tujuan baik maka dari itu saya membuat rencana dan akhirnya memutuskan menghadiri kedua acara tersebut. Dengan segera saya membeli tiket pesawat ke Bukit Tinggi berangkat tanggal 4 Januari dengan keberangkatan dini hari dan pulang tanggal 6 Januari ( saya akhirnya cuti kerja selama 2 hari ). Setelah itu saya langsung memesan tiket kereta ke Sukabumi dari Bogor tanggal 3 Januari dengan jam keberangkatan pukul 8 pagi. Tetapi sebenarnya saya kehabisan tiket untuk pulang kembali ke bogor pada hari yang sama. Sedangkan teman saya yang sudah janjian bertemu di Bogor masih mendapat tiket pulang pergi. Awalnya saya mengurungkan niat saya untuk pergi ke Sukabumi karena jika naik bis dari Sukabumi ke Jakarta akan memakan waktu yang lama, dan lebih parah lagi saya pulang sendirian. Ditambah pada tanggal segitu adalah puncak arus balik liburan. Tetapi dengan niat baik saya akhirnya memulai perjalanan dengan yakin bahwa tak ada salahnya menghabiskan waktu jauh dari rumah sesekali dalam hidup saya.
                Ketika hari sabtu tanggal 3 Januari pukul setengah enam saya sudah ada d stasiun cakung menuju Bogor. Sampai Bogor sekitar pukul setengah 8, akhirnya saya bertemu teman lama saya disana dan pergi menuju Sukabumi. Sesampai disana pukul 10, dengan segera kami mencari tempat resepsi di Hotel Pangrango. Hingga akhirnya saya tiba tepat waktu pukul 11. Saya dan teman saya sangat menikmati perjalan kami. Sungguh hal yang menyenangkan bertemu teman lama apalagi disaat suka cita. Kami banyak bercerita hingga waktu berakhir dan kami harus pulang, khususnya teman saya karena kereta sudah menunggu.
                Dan disinilah saya mulai was was, karena ternyata sesampai di terminal Sukabumi,  saya kehabisan bis yang langsung menuju priok atau pulo gadung ( karena rumah saya dekat kedua terminal tersebut ). Saya sudah menyangka bahwa puncak arus balik liburan memang pasti padat penumpang. Akhirnya saya mendapat bis menuju Kp. Rambutan. Dan apa yang saya khawatirkan terjadi, bis nya memutar-mutar Sukabumi terlebih dahulu sampai kira-kira dua jam. Bayangkan dari pukul setengah 3 sampai setengah 5 saya masih di kota Sukabumi. Lalu ditambah macet yang benar benar panjang sepanjang jalan menuju Bogor. Lalu  tibalah saya di Kp. Rambutan pukul 10 malam. Segera saya naik Busway ke Priok dan langsung dijemput Bapak saya. Sebenarnya beliau ingin menjemput di Kp. Rambutan, tetapi saya kasihan karena terlalu jauh dan larut malam, maklum Bapak saya sudah tidak muda lagi. Lalu sampai di rumah pukul 12 malam, saya langsung tidur dan bangun pukul 2 subuh bersiap ke bandara. Untungnya koper dan segala hal lain sudah saya siapkan sebelumnya. Padahal saya adalah orang sks ( sistem kebut semalam ) tetapi untuk perjalanan kali ini saya berusaha untuk bersiap jauh-jauh hari.
                Dengan rasa kantuk dan capek yang luar biasa akhirnya saya berangkat. Tibalah saya subuh di bandara dan langsung segera saya Shalat dan akhirnya menuju pesawat dengan keberangkatan pukul 6 pagi. Akhirnya sampai dengan selamat di Padang pukul 8 pagi. Sebelumnya saya sudah diberi alamat dan cara ke rumah teman saya di Bukit Tinggi, makanya saya tidak begitu binggung. Dari bandara saya mencari travel yang ke Bukit Tinggi. Tetapi yang saya khawatirkan tejadi yaitu kendala bahasa dan rasa tidak nyaman ke tempat yang asing bagi saya. Si kernet tidak bisa berbahasa Indonesia tetapi  untunglah si supir bisa, walau sedikit sedikit dan masih tetap memakai logat minang.      
                Dan akhinya saya sampai di Bukit Tinggi tempat resepsi teman saya pukul 11 siang. Untungnya pernikahannya di rumahn sehingga sampai malam dan tidak lagi berpergian karena sungguh saya benar benar kantuk sekali. Tapi saya sangat senang sekali karena disambut hangat oleh keluarga teman saya seperti saudara sendiri. Tempatnya memang di pedesaan, tetapi saya sangat hangat sekali berada disana. Jauh dari hiruk pikuk kota Jakarta yang padat dan bising. Keesokan harinya setelah resepsi saya  diajak teman saya dan keluarganya jalan-jalan ke Ngarai Sianok, Air Terjun Lembah Anai,  Benteng peninggalan Belanda , rumah Bung hatta dan tidak lupa Jam Gadang. Dan ternyata tempat wisata di Indonesia tidak kalah bagus dengan Luar Negeri seperti yang kebanyakan orang bilang. Di Bukit Tinggi daerahnya masih sejuk, banyak perbukitan, dan tentunya makanan khas sana yang sangat cocok di lidah.  
                Untuk pertama kalinya saya berpergian jauh dari rumah tanpa ditemani orang tua dan sendiri pula. Dan ternyata Travelling adalah hal yang menyenangkan. Saya bisa berinteraksi dengan dunia luar, menikmati alam sambil berfoto ria, mencoba kuliner khas daerah dan masih banyak lagi. Sungguh saya tidak menyesal dengan liburan kali ini. Karena disetiap menitnya saya sangat sangat menikmati. Dan mungkin sekarang Travelling sudah menjadi daftar hobi saya yang baru. 

Next travel...

Perjalanan selalu mengasyikan