Jumat, 25 Mei 2012

Back to the Future

    Kuis, kuis, kuis, dan kuis. Tak ada hal lain yang paling menyenangkan dibandingkan dengan mengirim kuis. Saya seorang yang paling gemar sekali mengirim kuis, jika dibandingkan dengan yang lain, sekiranya. Tentu, bagaimana tidak, setiap ada kuis di televisi, koran atau di majalah, saya tak pernah ketinggalan untuk mengikutinya. Kecuali memang kuis melalui SMS. Yah karena saya sama sekali tak pernah mengikuti kuis lewat SMS, karena selain mahal menurut saya itu tidak ada seninya. Tanpa kertas, tanpa pulpen, tanpa prangko dan semacamnya.
    Kuis lagi. Yup karena dengan mengirim kuis ada suatu kesan yang kudapat. Dari pertama kali membayangkan hadiah yang tersedia bisa menjadi motivasi dan pengisi hari berkhayal yang seru. Lalu setiap kali diumumkan, sebelum membaca para pemenangnya, tangan pasti gemetar, jantung dag dig dug dueer…hehehe( tapi gak kayak di iklan lohh). Pokoknya setiap tanggal pengumuman tiba pasti pikiran jadi tidak tenang. Menang…tidak…menang…tidak, wahh, pasti campur aduk. Walaupun pada akhirnya cerita berakhir dengan sad ending, namun tetap menyenangkan karena masih mempunyai segudang harapan menang di kesempatan lain.
    Tanyalah! Apakah aku pernah memenangkan kuis? Ohh…jarang sekali, atau tepatnya sangat jarang dengan bandingan berapa kali mengirim kuis, dan suatu saat tentunya aku berharap lebih ( dan itupun hadiah yang kudapat hanya berupa hadiah paling buncit yang tersedia seperti kaos, tempat pensil, orang-orangan dll. ). Kalau dihitung-hitung sudah hampir tujuh tahun ini aku terus mengirim kuis, tapi itu tidak hanya kuis dengan kupon atau memberi jawaban, namun dalam bentuk kirim TTS, memecahkan sandi dan lain lain. Itu sangat menyenangkan.
    Yah, beberapa tahun ini teman-teman saya mengikuti jejak saya. Jika di Koran atau Majalah terdapat kuis lewat kartu pos ( apalagi yang hadiahnya kerenz ) mereka langsung ribut mencari jawabannya dan memburu perangko dan seterusnya ke kantor pos tentu. Sempat saya meledeknya karena dulu mereka mengganggap hobi saya yang terlalu aneh tapi sekarang mereka menganggap hobi ini adalah hobi yang paling asyik sedunia.
    Bukan hanya itu ternyata, keasyikan tersendiri adalah "Kantor Pos". Bukan Mall atau tempat hiburan lain, tapi memang Kantor Pos lah tempat yang memang sangat menyenangkan. Entah mengapa? mungkin karena di tempat itu kita bisa menantikan sesuatu yang mungkin membuat jantung berdebar-debar ( seperti menanti datangnya surat, atau pengumuman pemenang ). Dan tentunya berkat tempat itu saya sekarang memiliki cerita indah bersama teman teman di kejauhan, yang bahkan terjalin sampai sekarang.
  

Kamis, 24 Mei 2012

???

Dahulu kala sang anak Adam banyak melakukan kesalahan. Semua list kesalahan itu tercatat dalam dokumen malaikat Raqib & Atid. Di penghujung dunia list kesalahan itu semua akan terbaca dan seluruh alam akan tahu apa yang telah diperbuat manusia sewaktu di dunia. Tak ada yang bisa menolak karena semua itu sudah terjadi. Banyak dari mereka mengeluh, memerotes untuk meminta kembalinya dunia, padahal mereka tahu bahwa dunia sekarang sudah terlampau jauh tak berbekas, walaupun sebutir debu. Mereka tahu bahwa merekalah yang telah memusnahkannya atas izin sang nafsu. Lalu tibalah hampir semua kesalahan itu ditampakkan, dan berteriaklah seseorang dari mereka…

Minggu, 20 Mei 2012

Seruan Alam

Air di hulu terus mengalir ke hilir
Lalu mengapa aku diam?
Matahari terus terbit dari timur ke barat setiap hari
Lalu mengapa aku duduk terdiam?
Angin berhembus tiada henti seperti tak ada yang dapat menghentikannya
Lalu mengapa aku terngungu saja di hadapan cermin
Tanah memberikan kemakmuran dengan sisa tenaganya
Lalu mengapa aku masih diam?
Pohon-pohon tumbuh juga walau sepertinya terlihat sengsara
Namun ternyata aku tetap tak bergerak sedikitpun...

Beberapa puluh tahun kemudian...

Aku mencari taman untuk kesegaran
Tapi tak kutemukan
Aku ingin mencari kehangatan matahari
Tapi sekarang sinarnya tak lagi bersahabat
Aku menantikan sejuknya angin sepoi-sepoi
Tapi kini angin lain yang mendatangiku
Aku berjalan di pinggir sungai
Tapi aku yakin ini bukan sungai yang biasa kulihat ketika itu
Kini orang membicarakannya
Hal yang dulu menurut mereka tidak penting
Begitupun Aku
Namun ternyata semua itu tak berarti lagi
Karena waktu tak dapat berputar kembali

Apakah ini seruan? Untuk apa dunia berada didepanku

( www.kabarindonesia.com )

Rabu, 16 Mei 2012

Box Biru

Hal yang hampir terlupakan, di saat semua teknologi berkembang pesat, dan tumbuh desain desain baru, semua orang terus memburunya tiada henti. Seakan akan belum puas menikmati gadget yang baru barang beberapa bulan, lalu
muncul gadget dengan teknologi canggih yang baru, yang siap menggantikannya, bahkan dengan mutu dan fungsi yang sama
sebuah gadget bisa berubah walau hanya dalam sentuhan desain saja. Seperti halnya handphone. Barang kecil yang imut dan bisa dibawa kemana saja ini
sudah bukan hal yang wah lagi pada zaman sekarang, bahkan tak pelak kita melihat seorang pengamen, pengemis atau pedagang kecil
yang notabennya masyarakat kurang mampu memiliki sebuah handphone disakunya dengan merk yang bagus dan dilengkapi dengan banyak fitur. Yah, semua orang memang ingin memilikiknya.


Namun ketika barang yang satu ini tertinggal, entah bagaimanakah orang-orang mengusir kejenuhannya, semua itu seakan akan membuat kita seperti terlepas dari dunia luar ke dalam dunia kecil yang seluas daun kelor. Kita seperti terasing dan tak bisa membunuh kejenuhan ketika sedang berada diluar rumah. Seketika jauh komunikasi dari luar
ada suatu barang yang membuat saya menjadi ternganga. Bok tinggi yang berdiri di sudut sudut jalan kota sebenarnya mungkin kita tidak sadar bahwa "dia" pun juga ingin berkomunikasi dengan orang orang disekelilingnya.
Kegunaan hal utama yang ada pada "dia" mungkin sudah terlupakan. Dan "dia" terus menanti agar jangan sampai "dia" benar benar dilupakan dan hanya sebagai penghias jalan dan rongsokan besi di jalanan yang dipenuhi manusia manusia yang hanya peduli kepada diri dan barang barangnya saja.


Itulah sekilas cerita yang ingin saya sampaikan. Rongsokan besi berwarna biru itulah yang menjadi perhatian saya hari hari ini.
Telepon Umum, yah telepon umum yang hingga kini masih terpajang di pinggir pinggir jalan ataupun sudut kota, namun hanya sedikit sekali
yang masih mempergunakannya. Saya baru sadar ketika pulang malam dari kantor. Kealpaan saya mengisi batre Handphone menjadi kendala. Dan ketika itu saya
harus menghubungi orang rumah. Ketika Handphone yang lumayan canggih ini kehilangan sumber hidupnya, maka benda ini hanya seperti mainan anak kecil
yang siap dibuang kapan saja. Saya harus berpikir, apakah saya harus meminjam orang lain atau meminjam charger orang lain. Entah mengapa
tiba tiba saya tertarik untuk bernostalgia. Langsung teringat bagaimana dulu masyarakat ramai ramai mengantre hanya untuk sekedar
say hello dengan kerabatnya atau pun kekasihnya. Atau suara suara orang yang mengantre dibelakang kita sambil mengeluh " Aduh...bla bla bla".
Atau mungkin sambil bercengkrama sambil menunggu giliran. Saya masih ingat dulu juga sempat ada penggunaan telepon umum kartu yang menggantikan telepon umum koin. Ketika telepon umum kartu muncul banyak orang yang sempat menjajalnya dan membelinya, karena ada yang
bilang prakris dan tidak perlu mencari-cari uang logam. Dan sejumlah cerita lainnya karena sebenarnya komunikasi itu penting sekali.


Dulu yang dimaksud disini, memang sudah lama sekali, entah lima atau sepuluh tahun yang lalu. Yang pasti sejak itu jika ada uang koin tertinggal di tas,
saya lebih memilih telepon umum, karena di saat terdesak tak dapat dipungkiri bahwa box biru itu ternyata masih sangat berguna di tengah tengah
kawan barunya yang lebih canggih bermunculan tiada henti. Atau mungkin "dia" tidak ingin hanya sebagai penghias pinggir jalan tetapi berguna juga bagi orang disekelilingnya.

Sabtu, 12 Mei 2012

Jawaban atas Pertanyaan Seseorang


Janganlah kamu takut akan datang tidaknya pasangan sehidup semati mu, karena dia tak perlu dicari. Dia akan datang dengan sendirinya selama kita berusaha untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan baik dan menjadi orang yang lebih baik dari kemaren. Sama halnya seperti kawan sejati, kau tak perlu mencarinya hingga sekuat tenaga karena dia akan datang dengan sendirinya ketika kau terus berbuat baik kepada setiap orang tanpa memandang siapa dia dan bagaimana dia atau pun darimana dia berasal. Namun musuh tak datang dengan begitu saja, karena kau lah yang mencari carinya sendiri, bukan dia yang datang kepadamu. Maka dari itu jangan terlalu resah dengan misteri masa depan kita, karena masa depan adalah hasil dari yang kita panen dari apa yang kita lakukan sekarang.

Selasa, 08 Mei 2012

Perasaan Yang Tak Terucap

Seiring waktu berjalan
Waktu juga bertambah
Tua
Tidak habis kata
Terucap untuknya
Pada siapakah kita
Bersandar?
Pada waktu?
Atau pada musim?
Senja yang muncul
Dan tenggelam
Membatasi waktu
Akankah semua ini
Muncul ke permukaan?
Bersamaan dengan
Datangnya nirwana!
Hati-hati ini
Saling bertanya
Apahah bedanya?
Antara kenyataan, mimpi
Dan harapan…