Perasaan hati yang tak terbantah
Menusuk pada
Kegundahan
Haruskah kuda berlari kencang
Hingga seperti
Orang buta yang tidak
Tahu jalan
Mendadak langit mengadu
Awan yang terus
Bersamanya membantah
Ternyata si kancil
Berbohong lagi
Berkata tidak akan
Mengulangi
Tapi apa yang terjadi
Rumput terus bergoyang
Gunung tetap berdiri
Angina tetap bertiup
Pohon tetap bernapas
Dan hanya
Debu yang tertunduk malu
Peranku di dunia tak terwujud lagi
Adakah penghalang antara waktu dan
ruang
Takkan mampu semua menyertainya
Di setiap sudut bahwa aku telah
melampauinya
Aku terpana kaku
Bahwa rasa ini ternyata hanya hampa
Tak berarti lagi di mata dunia
Aku hanya bisa berharap
Tanah masih bisa menantiku dengan
senyum
Telah lama aku pikirkan hal ini
Sedari dulu, dari sebelum mereka ada
Dari waktu dimana berjalan sendirian
Hampa alam yang merana
Kini yak berbekas di setiap sudut
Tak teramati lagi
Jauh telah tertinggal
Satu jejak yang terus membekas
Satu cinta untuk kekasih
Banyak cinta buat keluarga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar