Senin, 04 Januari 2016


                                                                Antara Sukabumi dan Bukit Tinggi


                Travelling adalah hal yang menyenangkan bagi kebanyakan orang, terkecuali saya. Sebenarnya hal paling malas bagi saya adalah jalan-jalan dan banyak berinteraksi dengan dunia luar. Saya lebih sering menghabiskan waktu me time di rumah, seperti membaca dan memasak. Itu adalah dua hal pengisi waktu luang yang ampuh dibanding jauh dari rumah, berkelana menghabiskan banyak tenaga, waktu dan juga tentunya uang. Sehingga saya memutuskan travelling adalah bukan salah satu dari daftar hobi saya.
                Namun pada saat yang bersamaan di bulan Januari 2015 kedua sahabat saya menikah di tempat yang jauh dari kota saya berada ( Jakarta ). Yang satu menikah di Sukabumi pada tanggal 3 Januari 2015 dan satu lagi tanggal 4 Januari di Bukit Tinggi. Keduanya adalah teman dekat saya dan saya sangat sangat ingin menghadirinya. Dengan jarak yang berjauhan satu sama lain, dan waktu yang berdekatan membuat saya menjadi bingung, si satu sisi ingin menghadiri dua-duanya, tetapi di sisi yang lain seperti tidak memungkinkan bagi saya pergi kedua tempat yang berbeda dengan jarak yang berjauhan.
                Namun karena ini adalah tujuan baik maka dari itu saya membuat rencana dan akhirnya memutuskan menghadiri kedua acara tersebut. Dengan segera saya membeli tiket pesawat ke Bukit Tinggi berangkat tanggal 4 Januari dengan keberangkatan dini hari dan pulang tanggal 6 Januari ( saya akhirnya cuti kerja selama 2 hari ). Setelah itu saya langsung memesan tiket kereta ke Sukabumi dari Bogor tanggal 3 Januari dengan jam keberangkatan pukul 8 pagi. Tetapi sebenarnya saya kehabisan tiket untuk pulang kembali ke bogor pada hari yang sama. Sedangkan teman saya yang sudah janjian bertemu di Bogor masih mendapat tiket pulang pergi. Awalnya saya mengurungkan niat saya untuk pergi ke Sukabumi karena jika naik bis dari Sukabumi ke Jakarta akan memakan waktu yang lama, dan lebih parah lagi saya pulang sendirian. Ditambah pada tanggal segitu adalah puncak arus balik liburan. Tetapi dengan niat baik saya akhirnya memulai perjalanan dengan yakin bahwa tak ada salahnya menghabiskan waktu jauh dari rumah sesekali dalam hidup saya.
                Ketika hari sabtu tanggal 3 Januari pukul setengah enam saya sudah ada d stasiun cakung menuju Bogor. Sampai Bogor sekitar pukul setengah 8, akhirnya saya bertemu teman lama saya disana dan pergi menuju Sukabumi. Sesampai disana pukul 10, dengan segera kami mencari tempat resepsi di Hotel Pangrango. Hingga akhirnya saya tiba tepat waktu pukul 11. Saya dan teman saya sangat menikmati perjalan kami. Sungguh hal yang menyenangkan bertemu teman lama apalagi disaat suka cita. Kami banyak bercerita hingga waktu berakhir dan kami harus pulang, khususnya teman saya karena kereta sudah menunggu.
                Dan disinilah saya mulai was was, karena ternyata sesampai di terminal Sukabumi,  saya kehabisan bis yang langsung menuju priok atau pulo gadung ( karena rumah saya dekat kedua terminal tersebut ). Saya sudah menyangka bahwa puncak arus balik liburan memang pasti padat penumpang. Akhirnya saya mendapat bis menuju Kp. Rambutan. Dan apa yang saya khawatirkan terjadi, bis nya memutar-mutar Sukabumi terlebih dahulu sampai kira-kira dua jam. Bayangkan dari pukul setengah 3 sampai setengah 5 saya masih di kota Sukabumi. Lalu ditambah macet yang benar benar panjang sepanjang jalan menuju Bogor. Lalu  tibalah saya di Kp. Rambutan pukul 10 malam. Segera saya naik Busway ke Priok dan langsung dijemput Bapak saya. Sebenarnya beliau ingin menjemput di Kp. Rambutan, tetapi saya kasihan karena terlalu jauh dan larut malam, maklum Bapak saya sudah tidak muda lagi. Lalu sampai di rumah pukul 12 malam, saya langsung tidur dan bangun pukul 2 subuh bersiap ke bandara. Untungnya koper dan segala hal lain sudah saya siapkan sebelumnya. Padahal saya adalah orang sks ( sistem kebut semalam ) tetapi untuk perjalanan kali ini saya berusaha untuk bersiap jauh-jauh hari.
                Dengan rasa kantuk dan capek yang luar biasa akhirnya saya berangkat. Tibalah saya subuh di bandara dan langsung segera saya Shalat dan akhirnya menuju pesawat dengan keberangkatan pukul 6 pagi. Akhirnya sampai dengan selamat di Padang pukul 8 pagi. Sebelumnya saya sudah diberi alamat dan cara ke rumah teman saya di Bukit Tinggi, makanya saya tidak begitu binggung. Dari bandara saya mencari travel yang ke Bukit Tinggi. Tetapi yang saya khawatirkan tejadi yaitu kendala bahasa dan rasa tidak nyaman ke tempat yang asing bagi saya. Si kernet tidak bisa berbahasa Indonesia tetapi  untunglah si supir bisa, walau sedikit sedikit dan masih tetap memakai logat minang.      
                Dan akhinya saya sampai di Bukit Tinggi tempat resepsi teman saya pukul 11 siang. Untungnya pernikahannya di rumahn sehingga sampai malam dan tidak lagi berpergian karena sungguh saya benar benar kantuk sekali. Tapi saya sangat senang sekali karena disambut hangat oleh keluarga teman saya seperti saudara sendiri. Tempatnya memang di pedesaan, tetapi saya sangat hangat sekali berada disana. Jauh dari hiruk pikuk kota Jakarta yang padat dan bising. Keesokan harinya setelah resepsi saya  diajak teman saya dan keluarganya jalan-jalan ke Ngarai Sianok, Air Terjun Lembah Anai,  Benteng peninggalan Belanda , rumah Bung hatta dan tidak lupa Jam Gadang. Dan ternyata tempat wisata di Indonesia tidak kalah bagus dengan Luar Negeri seperti yang kebanyakan orang bilang. Di Bukit Tinggi daerahnya masih sejuk, banyak perbukitan, dan tentunya makanan khas sana yang sangat cocok di lidah.  
                Untuk pertama kalinya saya berpergian jauh dari rumah tanpa ditemani orang tua dan sendiri pula. Dan ternyata Travelling adalah hal yang menyenangkan. Saya bisa berinteraksi dengan dunia luar, menikmati alam sambil berfoto ria, mencoba kuliner khas daerah dan masih banyak lagi. Sungguh saya tidak menyesal dengan liburan kali ini. Karena disetiap menitnya saya sangat sangat menikmati. Dan mungkin sekarang Travelling sudah menjadi daftar hobi saya yang baru. 

Next travel...

Perjalanan selalu mengasyikan




Tidak ada komentar:

Posting Komentar