Antara Sukabumi dan Bukit Tinggi
Travelling adalah hal yang
menyenangkan bagi kebanyakan orang, terkecuali saya. Sebenarnya hal paling
malas bagi saya adalah jalan-jalan dan banyak berinteraksi dengan dunia luar.
Saya lebih sering menghabiskan waktu me
time di rumah, seperti membaca dan memasak. Itu adalah dua hal pengisi
waktu luang yang ampuh dibanding jauh dari rumah, berkelana menghabiskan banyak
tenaga, waktu dan juga tentunya uang. Sehingga saya memutuskan travelling
adalah bukan salah satu dari daftar hobi saya.
Namun pada saat yang bersamaan di
bulan Januari 2015 kedua sahabat saya menikah di tempat yang jauh dari kota
saya berada ( Jakarta ). Yang satu menikah di Sukabumi pada tanggal 3 Januari
2015 dan satu lagi tanggal 4 Januari di Bukit Tinggi. Keduanya adalah teman
dekat saya dan saya sangat sangat ingin menghadirinya. Dengan jarak yang
berjauhan satu sama lain, dan waktu yang berdekatan membuat saya menjadi
bingung, si satu sisi ingin menghadiri dua-duanya, tetapi di sisi yang lain
seperti tidak memungkinkan bagi saya pergi kedua tempat yang berbeda dengan
jarak yang berjauhan.
Namun karena ini adalah tujuan
baik maka dari itu saya membuat rencana dan akhirnya memutuskan menghadiri
kedua acara tersebut. Dengan segera saya membeli tiket pesawat ke Bukit Tinggi
berangkat tanggal 4 Januari dengan keberangkatan dini hari dan pulang tanggal 6
Januari ( saya akhirnya cuti kerja selama 2 hari ). Setelah itu saya langsung
memesan tiket kereta ke Sukabumi dari Bogor tanggal 3 Januari dengan jam
keberangkatan pukul 8 pagi. Tetapi sebenarnya saya kehabisan tiket untuk pulang
kembali ke bogor pada hari yang sama. Sedangkan teman saya yang sudah janjian
bertemu di Bogor masih mendapat tiket pulang pergi. Awalnya saya mengurungkan
niat saya untuk pergi ke Sukabumi karena jika naik bis dari Sukabumi ke Jakarta
akan memakan waktu yang lama, dan lebih parah lagi saya pulang sendirian.
Ditambah pada tanggal segitu adalah puncak arus balik liburan. Tetapi dengan
niat baik saya akhirnya memulai perjalanan dengan yakin bahwa tak ada salahnya
menghabiskan waktu jauh dari rumah sesekali dalam hidup saya.
Ketika hari sabtu tanggal 3 Januari
pukul setengah enam saya sudah ada d stasiun cakung menuju Bogor. Sampai Bogor
sekitar pukul setengah 8, akhirnya saya bertemu teman lama saya disana dan
pergi menuju Sukabumi. Sesampai disana pukul 10, dengan segera kami mencari tempat
resepsi di Hotel Pangrango. Hingga akhirnya saya tiba tepat waktu pukul 11.
Saya dan teman saya sangat menikmati perjalan kami. Sungguh hal yang
menyenangkan bertemu teman lama apalagi disaat suka cita. Kami banyak bercerita
hingga waktu berakhir dan kami harus pulang, khususnya teman saya karena kereta
sudah menunggu.
Dan disinilah saya mulai was
was, karena ternyata sesampai di terminal Sukabumi, saya kehabisan bis yang langsung menuju priok
atau pulo gadung ( karena rumah saya dekat kedua terminal tersebut ). Saya
sudah menyangka bahwa puncak arus balik liburan memang pasti padat penumpang.
Akhirnya saya mendapat bis menuju Kp. Rambutan. Dan apa yang saya khawatirkan
terjadi, bis nya memutar-mutar Sukabumi terlebih dahulu sampai kira-kira dua
jam. Bayangkan dari pukul setengah 3 sampai setengah 5 saya masih di kota Sukabumi.
Lalu ditambah macet yang benar benar panjang sepanjang jalan menuju Bogor. Lalu
tibalah saya di Kp. Rambutan pukul 10
malam. Segera saya naik Busway ke Priok dan langsung dijemput Bapak saya.
Sebenarnya beliau ingin menjemput di Kp. Rambutan, tetapi saya kasihan karena
terlalu jauh dan larut malam, maklum Bapak saya sudah tidak muda lagi. Lalu
sampai di rumah pukul 12 malam, saya langsung tidur dan bangun pukul 2 subuh
bersiap ke bandara. Untungnya koper dan segala hal lain sudah saya siapkan
sebelumnya. Padahal saya adalah orang sks ( sistem kebut semalam ) tetapi untuk
perjalanan kali ini saya berusaha untuk bersiap jauh-jauh hari.
Dengan rasa kantuk dan capek
yang luar biasa akhirnya saya berangkat. Tibalah saya subuh di bandara dan
langsung segera saya Shalat dan akhirnya menuju pesawat dengan keberangkatan
pukul 6 pagi. Akhirnya sampai dengan selamat di Padang pukul 8 pagi. Sebelumnya
saya sudah diberi alamat dan cara ke rumah teman saya di Bukit Tinggi, makanya
saya tidak begitu binggung. Dari bandara saya mencari travel yang ke Bukit Tinggi.
Tetapi yang saya khawatirkan tejadi yaitu kendala bahasa dan rasa tidak nyaman
ke tempat yang asing bagi saya. Si kernet tidak bisa berbahasa Indonesia tetapi
untunglah si supir bisa, walau sedikit
sedikit dan masih tetap memakai logat minang.
Dan akhinya saya sampai di Bukit
Tinggi tempat resepsi teman saya pukul 11 siang. Untungnya pernikahannya di
rumahn sehingga sampai malam dan tidak lagi berpergian karena sungguh saya
benar benar kantuk sekali. Tapi saya sangat senang sekali karena disambut
hangat oleh keluarga teman saya seperti saudara sendiri. Tempatnya memang di
pedesaan, tetapi saya sangat hangat sekali berada disana. Jauh dari hiruk pikuk
kota Jakarta yang padat dan bising. Keesokan harinya setelah resepsi saya diajak teman saya dan keluarganya jalan-jalan
ke Ngarai Sianok, Air Terjun Lembah Anai, Benteng peninggalan Belanda , rumah Bung hatta
dan tidak lupa Jam Gadang. Dan ternyata tempat wisata di Indonesia tidak kalah
bagus dengan Luar Negeri seperti yang kebanyakan orang bilang. Di Bukit Tinggi
daerahnya masih sejuk, banyak perbukitan, dan tentunya makanan khas sana yang
sangat cocok di lidah.
Untuk pertama kalinya saya
berpergian jauh dari rumah tanpa ditemani orang tua dan sendiri pula. Dan
ternyata Travelling adalah hal yang menyenangkan. Saya bisa berinteraksi dengan
dunia luar, menikmati alam sambil berfoto ria, mencoba kuliner khas daerah dan
masih banyak lagi. Sungguh saya tidak menyesal dengan liburan kali ini. Karena
disetiap menitnya saya sangat sangat menikmati. Dan mungkin sekarang Travelling
sudah menjadi daftar hobi saya yang baru.
Next
travel...
Perjalanan
selalu mengasyikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar