Senin, 08 September 2014

Sepenggal Kisah Bersama Kalian

Entah ini disebut fiksi atau non fiksi, yang pasti hanya ada satu orang yang membuat saya terheran heran menggelengkan kepala saya setiap saya teringat akan kenangan selama tiga tahun yang herannya saya bisa bertahan selama itu. Saya tidak tahu apa yang membuat saya bisa bertahan selama tiga tahun belakangan ini, tetapi semua itu akan saya ceritakan satu persatu. Bersiap siaplah kalian tertawa, terharu, menangis, dan menggelengkan kepala.

Episode 1

Saya wanita yang cukup muda (J), baru saja saya diterima bekerja di sebuah perusahaan manufaktur. Dan secara kebetulan saya diperkerjakan di cabang kantor penjualan yang jaraknya lumayan jauh dari rumah saya. Pertama kali masuk kerja saya sangat gugup, karena apa, karena bertemu orang orang baru, pertama kali masuk perusahaan dan sebagainya. Untuk perkenalan, mengapa saya begitu gugup. Pertama saya orang cukup pemalu untuk ukuran orang yang berada dilingkungan baru. Tetapi jika sudah lama mengenal orang, apalagi orang tersebut cocok dengan saya maka tidak ada batas lagi buat saya untuk bercengrama dengannya.
Baru pertama bekerja saya agak sedikit shock, mengapa? Karena saya mendapatkan atasan yang bisa dibilang orang teraneh yang pernah saya kenal. Untungnya saya berpartner dengan seorang yang sangat humoris sekali. Namanya pak Slamet. Dia sudah berumur memang tetapi kelakuannya masih seperti pria muda, atau itulah yang dirasa oleh dia sendiri. Rambutnya sedikit memutih tetapi entah mengapa pak Slamet tetap tidak mau mengakuinya. Sungguh aki aki ( kami wanita menyebutnya akhir akhir ini atau kadang engkong ) yang terlalu pede. Dan lagi dia selalu menyebut jaket dan motornya bermerk amerika. Padahal letak negara amerika saja sepertinya dia tidak tahu. Tapi itulah uniknya dia. Oh ya yang membuat saya heran juga sampai sekarang di umurnya yang ke – 48 pak Slamet ternyata masih mempunyai kakek nenek komplit dari dia dan istrinya (-o-).

Hari hari kerja lelah pun tak terasa kalau dia sudak melawak. Apalagi di akhir bulan. Karena setiap akhir bulan kita harus lembur sampai jam sembilan malam. Menyelesaikan laporan bulanan. Karena kami tim penjualan di perusahaan manufaktur dari yang namanya stock opname gudang, stock opname faktur, nota, sampai pajak pelanggan dan angkutan semua harus clear setiap bulan tanpa ada selisih. Tetapi bukan perkerjaannya yang dirasa berat tetapi siapa lagi kalau bukan atasan yang menyebalkan.