Jumat, 15 Juni 2012

Sejengkal Samudera Seluas Hati Kita



Setiap waktu tersimpan makna
Setiap tempat tersimpan rahasia
Setiap jiwa-jiwa manusia tersimpan keberanian
Hanya satu harapan yang dapat mematahkannya

Bibit-bibit waktu telah bergulir
Menyatukan cinta
Yang selama ini hanyut tak berasa
Kapankah lagi ada kesempatan kedua
Yang terus membentang
Menghanyutkan mimpi

Haluan makna kian terbesit
Berbagai jawaban atas pertanyaan muncul
Tak lagi menjadi alas an bagi manusia
Untuk menolak
Seperti mega yang gelisah
Satu persatu sirna

Aku bukan pelantun yang baik
Yang dapat menyisir nada
Dengan sempurna
Tapi aku dapat mengubah makna hidup
Dan dapat membuat kata hati

Jadi masih adakah ruang
Untuk jiwa-jiwa yang hina ini
Seharusnya lebih awal kau
Katakan…
Karena kesempatan kedua jarang akan ada yang datang

Sebuah Kata
 
Seikat kata tadi yang mengantarkanku kearah yang sekarang aku jalani. Bila setiap orang tak mampu untuk memahami diri sendiri dan lingkungan sekitar kita maka jangan harap mereka akan mengenal dunia ini. Dunia yang penuh dengan hitam dan putih yang kadang menyilaukan tapi juga menghangatkan. Maka bersiaplah setiap manusia untuk menerka apakah selama ini mereka sanggup membuat api menjadi air ataukah berpikir bahwa setiap jengkal hidup kita bermakna walau itu hanya untuk sebutir kata.

Itu hanya untuk sebagai perasaan yang terluap. Jika terdapat cacat, wajarkah itu?. Setiap orang berhak memaknainya seperti apa tapi yang wajib digarisbawahi adalah suatu wajah dapat dikenali karena jiwa yang ada didalamnya menjadi kata-kata yang melebur bersama tindakan.

Tak ada yang lebih bermakna dibandingkan dengan sebuah kata, karena bukankah hanya dengan itu setiap peristiwa menjadi bermakna, dan dengan itu pula setiap dunia mempunyai sesuatu untuk ditinggalkan.

Setiap orang berhak menilai orang lain, tapi dia pasti akan luput terhadap sesuatu, tapi lihatlah walau cermin dapat memntulkan apa yang kita rasakan, tapi apakah kau tahu bahwa luar dan dalam itu berbeda jadi mengapa kita tidak menilai diri kita sendiri saja untuk memahami jalan hidup apa yang kita ambil.

Setiap zaman pasti akan berakhir tapi apa yang ada di dalamnya takkan pernah musnah begitu saja, begitu juga tak akan pernah habis kata melukiskan betapa semua ini belum habis…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar