Selasa, 26 Juni 2012

Masa Lalu ( 1 )

Aku sedang menceritakan sebuah kisah, kisah yang terjadi padanya, yang dialaminya, yang dilaluinya, dan yang sudah diceritakannya. Dia telah melakukan sebuah kesalahan hidup. Kesalahan yang seharusnya tak ia lakukan walaupun pun terbujuk rayuan setan yang berkelana. Ketika itu hujan tiba-tiba turun, deras sekali. Bukan musim hujan kala itu, tapi entah mengapa langit mengira begitu. Dan tak ada yang lebih menakutkan daripada petir yang secara mendadak menyapa bumi kapan pun yang dia mau sewaktu hujan turun. Tak ada penangkal yang dapat menangkal jika dia yang diinginkannya adalah kehancuran. Malam hari pun tak sabar untuk segera menyapa seakan-akan tak mau terlewat menambah kelamnya dunia ini. Dunia yang tanpa mereka pun sudah kelam. Semua bersatu dalam kesunyian dan kesepian, juga yang tak terlewat kedinginan pada sekujur tubuh yang ringkuh. Semua mengalaminya bahkan orang kuat sekalipun tak pernah luput darinya. Di ujung sana tergeletaklah seorang hamba yang telah merasakan buruknya sebuah nasib. Semua sudah dialaminya, hujan dan dinginnya malam itu hanya sekedar pelengkap di hidupnya. Semua seakan tak berarti, namun entah mengapa malam kali ini seakan membuatnya tak tahan menahan, tak seperti hari-hari sebelumnya. Sebelumnya semua itu menjadi tak masalah bagi-nya, berkeliaran kesana-kemari, tersenyam-senyum dalam keterpaksaan, memelas hanya demi perutnya yang meminta, dan terlunta-lunta berbohong hanya demi semua harga yang harus ditukar dengan beberapa suap yang dibutuhkan tubuhnya untuk melanjutkan hidup. Padahal hatinya tidak menginginkannya tetapi nasib mempermainkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar