Senja Maghrib
Begitu lembut meninggalkan jejak
Bertautan dengan adzan berkumandang
Langit jingga pergi menjauh dari musuh
Musuh berselimut awan gelap yang tak pernah bisa ditebak
Riak riak tawa berlalu sunyi
Seiring gundah gulana dihati
Ingin menangis tapi tak mau
Teriak tapi tak mampu
Dan tertawa tapi tak bisa
Masalahnya aku sendiri tak ingin apa-apa
Haluan lalu hanya berbekas pedih
Tak sejalan dengan langkah hati
Andai semi bisa kembali
Pasti aku akan berdiri lagi
Ditepian senja yang terlelap pergi
Sabtu, 30 Juli 2016
Senin, 30 Mei 2016
#BahagiadiRumah bila...
#BahagiadiRumah itu
bila...
Rumah adalah tempat kita bernaung
bersama keluarga. Setiap orang pasti mempunyai keluarga idaman seperti halnya
rumah idaman. Rumah idaman adalah impian setiap orang apalagi yang sudah
berkeluarga, tetapi rumah idaman bukanlah rumah yang besar, mewah dengan segala
perabot yang bagus, yang luas dengan peralatan yang komplit. Tetapi rumah
idaman adalah rumah yang selalu membuat setiap penghuninya nyaman, aman dan
tentram apapun kondisinya. Setiap orang ingin bahagia di rumah dan salah
satunya adalah membuat kebahagiaan di rumah kita sendiri. Dan #BahagiadiRumah itu bila...
1. Rumah kita selalu tertata dengan baik. Kadang banyak tumpukan barang di rumah kita membuat
rumah menjadi sempit atau terasa sesak, seperti buku-buku yang ada di rak, apalagi
seringkali anak-anak kita suka tidak mengembalikan buku yang dibaca ketempatnya
semula. Namun jika kita bisa menatanya dengan baik maka tumpukan buku akan
menjadi rapih dan rumah atau ruangan tetap terasa luas dan nyaman.
2. Semua pekerjaan rumah selesai. Siapa bilang menjadi ibu rumah tangga itu gampang, faktanya
banyak para ibu rumah tangga kewalahan mengerjakan perkerjaan rumah apalagi
kita tidak mempunyai pembantu di rumah. Keliatannya sepele seperti mencuci,
menggosok, menyapu, tetapi jika ibu rumah tangga tidak mempunyai management
yang bagus maka pekerjaan itu semua akan jadi keteter dan kewalahan. Maka dari
itu dengan management waktu yang bagus setiap pekerjaan akan selesai dengan
cepat dan rapih, dan jika semua itu sudah selesai maka akan lebih terasa nyaman
berada di rumah dan bisa santai sejenak sambil menonton televisi, membaca buku
atau tabloid ataupun hobi lainnya.
3. Teras atau depan rumah asri dan bersih. Kebanyakan setiap orang menginginkan ada halaman di
depan rumahnya agar rumah terlihat cantik dan asri, ditambah dengan banyaknya
tanaman menghiasi depan rumah, pasti akan terlihat sangat cantik dipandang.
Tidak hanya kita yang punya rumah yang senang, namun para tetangga juga pasti
akan senang jika sedang main ke rumah kita jika dari halaman rumah saja sudah
bersih dan asri. Maka dari itu jika halaman atau teras depan rumah asri dan
bersih maka makin betah dan bahagia kita juga tetangga kita main di rumah. Dan
bukan hanya tetangga saja, bisa saja saudara atau kolega kita tiba-tiba
berkunjung mendadak maka kita tidak perlu pusing bersih-bersih rumah karena sudah
menjadi kebiasaan kita setiap hari selalu menjaga keasrian dan kebersihan rumah.
4. Dapur yang selalu terjaga kebersihannya. Bagi para ibu memiliki dapur yang bersih itu sangat
penting, karena semua makanan yang berada di meja makan berasal dari dapur.
Jika melihat dapur berantakan pasti para ibu akan pusing dan memasak pun jadi
tidak nyaman dan semangat, juga makanan-makanan menjadi tidak higienis. Tetapi
jika kita selalu menjaga kebersihan dapur maka semua kesehatan keluarga akan selalu
terjamin baik. Maka dari itu keluarga akan tumbuh sehat dan selalu berpikiran
positif di setiap kegiatan anggota keluarga masing-masing dan nantinya akan
tumbuh keluarga yang bahagia.
Itulah hal yang membuat saya dan keluarga selalu berbahagia dan betah di
rumah. Jadi pada intinya kita harus membuat rumah senyaman dan sebersih mungkin
agar kita selalu betah di rumah dan menjadikan rumah kita adalah istana yang
harus kita jaga. Dan jangan biarkan rumput tetangga lebih indah dari rumput
kita sendiri. Lovely NOVAVERSARY NOVAVERSARY
Seindah-indahnya rumah orang, itu
bukan milik kita
Biarpun hanya kesederhanaan, namun
itu seutuhnya adalah tempat keluarga kita kembali
Yang akan selalu menghiasi hari-hari
indah di istana rumah idaman kita
Semoga Nova juga selalu menghiasi dan mengisi hati
para wanita di rumah
Kamis, 03 Maret 2016
Buku Bajakan
Banyak pemberitaan mengenai
pembajakan di berbagai media, yang paling ramai tentunya pembajakan film dan
lagu, khususnya mereka sebagai pencipta yang marah karena karyanya dibajak atau
dipakai tanpa seizinnya. Dan itu terjadi hampir setiap tahun ramai
diperdebatkan. Tetapi jarang sekali atau tidak begitu terdengar koar-koar masalah
pembajakan buku.
Minggu kemaren saya pergi ke pasar
yang dekat dengan rumah, dan di depan pasar tersebut terdapat beberapa pedagang
dadakan yang menggelar barang dagangannya di emperan jalan. Dari mulai makanan,
baju, alat-alat dapur sampai mainan anak-anak, tentunya yang harganya terjangkau
isi dompet ibu-ibu rumah tangga yang belanja di pasar tradisional. Dan di
tengah-tengah penjual itu saya menemukan penjual buku-buku yang memang jarang
ada di pasar, lagipula jarang ada ibu-ibu yang membeli buku walau itu hanya
sekedar buku resep. Awalnya saya melihat-lihat apakah ada yang bagus, karena
disitu harganya tertulis sangat murah sekali dibandingkan di toko buku, maklum
saya suka membaca dan senang mengunjungi toko buku. Sekilas saya tidak sadar
bagaimana buku tersebut dan saya hanya memperhatikan judul dan sampul buku,
tetapi lama kelamaan saya sadar bahwa kertas buku itu tipis dan tidak seperti
yang ada di toko buku yang biasa saya kunjungi. Awalnya saya kira itu buku
bekas karna wajar murah sekali, tetapi setelah saya tanya ke pedagang ternyata itu
buku asli dan bukan second.
Pertanyaan ya adalah apakah itu buku bajakan?
Setelah saya tanya dengan suara yang
pelan, si abang hanya tersenyum. Dari situ saya sadar bahwa semua buku itu
bajakan, dengan kualitas yang buruk, dan sangat terlihat jelas ketika saya
melihat-lihat edisi komik, itu kentara sekali perbedaannya. Dari pertama saya
ingin membeli karena suka, tiba-tiba saya urungkan. Karena lebih baik mahal
tetapi berkualitas bagus daripada murah tapi dengan kualitas yang jelek. Dan
tidak hanya itu saya sendiri juga suka menulis dan mempunyai blog, dan suatu
saat saya berkata bahwa saya ingin sekali menjadi penulis buku. Dan bayangkan
jika itu semua adalah buku yang sudah kita tulis dan susun dengan teliti selama
berbulan-bulan, dan lagi tertahan lama di editor lalu dipromosikan, setelah itu
dengan seenaknya si pembajak membuat ulang buku kita tanpa seizin dari kita
atau penerbit, apa perasaan kita? Tidak sudi tentunya. Mungkin itu yang sudah
dirasakan oleh musisi atau pelaku film yang karyanya dibajak.
Memang pembajakan harus segera
ditindak, dan dibuat peraturan yang jelas mengenai hukum-hukum pembajakan. Agar
tidak ada lagi yang dirugikan. Dan bukan hanya itu pemerintah juga harus
menyesuaian karya-karya anak bangsa seperti film, lagu maupun buku mengenai
akses membeli entah itu secara fisik atau melalui internet dan juga harus disetarakan
dengan harga yang masuk akal bagi konsumen indonesia. Karena terkadang mengapa
marak sekali pembajakan entah itu lagu, film, atau buku adalah mengenai
harganya. Mungkin bagi masyarakat menengah ke atas harga masih dapat dijangkau,
tetapi bagaimana dengan masyarakat menengah ke bawah. Walaupun saya kurang
mengerti masalah proses karya itu terbentuk sampai di tangan masyarakat, tetapi
yang pasti seharusnya pemerintah bisa lebih mempermudah atau paling tidak
mengawasi jalur pengkopian sebuah karya, jangan sampai masuk ke tangan yang
salah, yang memanfaatkan karya orang lain tanpa seizin yang berwenang. Dan
akses untuk mendapatkan produk juga harus dipermudah, karena kadang mengapa
masyarakat sering membeli produk bajakan, karena tersebar dimana-mana, seperti
minimarket yang menjamur. Sehingga masyarakat lebih senang mengunjungi akses
yang terdekat. Dahulu juga saya sering melihat toko kaset menjamur dan
penyewaan dvd juga peminjaman buku dimana-mana, namun sekarang sudah banyak
yang gulung tikar atau mengubah usaha lain, mungkin ya itu karena menjamurnya
karya-karya bajakan yang lebih murah dan ada dimana-mana. Dan satu lagi
perkembangan teknologi yang tumbuh pesat juga menjadikan internet bisa lebih
mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat, sehingga seharusnya ada cara lebih
mudah untuk penjualan melalui internet yang mengakibatkan penurunan unduhan
dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang mana tidak memiliki izin
dari karya orang lain, sehingga banyak masyarakat menikmati hanya dari kuota
internet saja.
Dan satu lagi pemerintah jangan hanya
terfokus kepada pembajakan lagu dan film, tetapi juga semua media termasuk buku
didalamnya, karena para penulis juga sebenarnya merasa kecolongan akibat
banyaknya kasus pembajakan. Atau mungkin malah pembajakan buku terlebih dahulu
yang harus ditangani, agar masyarakat dapat mudah mengakses buku dan semakin
banyak orang yang rajin membaca sehingga lebih membuka pemikiran masyarakat
modern agar tidak lagi membeli sesuatu yang berbau bajakan.
Senin, 18 Januari 2016
Alunan Jiwa
Perasaan hati yang tak terbantah
Menusuk pada
Kegundahan
Haruskah kuda berlari kencang
Hingga seperti
Orang buta yang tidak
Tahu jalan
Mendadak langit mengadu
Awan yang terus
Bersamanya membantah
Ternyata si kancil
Berbohong lagi
Berkata tidak akan
Mengulangi
Tapi apa yang terjadi
Rumput terus bergoyang
Gunung tetap berdiri
Angina tetap bertiup
Pohon tetap bernapas
Dan hanya
Debu yang tertunduk malu
Peranku di dunia tak terwujud lagi
Adakah penghalang antara waktu dan
ruang
Takkan mampu semua menyertainya
Di setiap sudut bahwa aku telah
melampauinya
Aku terpana kaku
Bahwa rasa ini ternyata hanya hampa
Tak berarti lagi di mata dunia
Aku hanya bisa berharap
Tanah masih bisa menantiku dengan
senyum
Telah lama aku pikirkan hal ini
Sedari dulu, dari sebelum mereka ada
Dari waktu dimana berjalan sendirian
Hampa alam yang merana
Kini yak berbekas di setiap sudut
Tak teramati lagi
Jauh telah tertinggal
Satu jejak yang terus membekas
Satu cinta untuk kekasih
Banyak cinta buat keluarga
Senin, 04 Januari 2016
Neu Jahr
Tahun Baruuuuu
Dimulai dengan postingan ingatan tentang satu tahun yang telah berlalu. Tiba - tiba seorang teman mengingatkan akan masa itu, itulah awal - awal tahun yang menyenangkan. untuk tahun ini? Belum tahu akan dimulai seperti apa. Resolusi, pencapaian, mimpi-mimpi, dan semua harapan tentunya masih ingin diwujudkan. Dengan berbagai peristiwa yang menjadi pelajaran, pengingat, tuntunan pasti akan selalu dijaga dalam memori yang mendalam. Satu tahun terlewati, satu tahun menanti, satu waktu pasti musim indah akan terganti.
Selamat Tahun Baru
Dimulai dengan postingan ingatan tentang satu tahun yang telah berlalu. Tiba - tiba seorang teman mengingatkan akan masa itu, itulah awal - awal tahun yang menyenangkan. untuk tahun ini? Belum tahu akan dimulai seperti apa. Resolusi, pencapaian, mimpi-mimpi, dan semua harapan tentunya masih ingin diwujudkan. Dengan berbagai peristiwa yang menjadi pelajaran, pengingat, tuntunan pasti akan selalu dijaga dalam memori yang mendalam. Satu tahun terlewati, satu tahun menanti, satu waktu pasti musim indah akan terganti.
Selamat Tahun Baru
Antara Sukabumi dan Bukit Tinggi
Travelling adalah hal yang
menyenangkan bagi kebanyakan orang, terkecuali saya. Sebenarnya hal paling
malas bagi saya adalah jalan-jalan dan banyak berinteraksi dengan dunia luar.
Saya lebih sering menghabiskan waktu me
time di rumah, seperti membaca dan memasak. Itu adalah dua hal pengisi
waktu luang yang ampuh dibanding jauh dari rumah, berkelana menghabiskan banyak
tenaga, waktu dan juga tentunya uang. Sehingga saya memutuskan travelling
adalah bukan salah satu dari daftar hobi saya.
Namun pada saat yang bersamaan di
bulan Januari 2015 kedua sahabat saya menikah di tempat yang jauh dari kota
saya berada ( Jakarta ). Yang satu menikah di Sukabumi pada tanggal 3 Januari
2015 dan satu lagi tanggal 4 Januari di Bukit Tinggi. Keduanya adalah teman
dekat saya dan saya sangat sangat ingin menghadirinya. Dengan jarak yang
berjauhan satu sama lain, dan waktu yang berdekatan membuat saya menjadi
bingung, si satu sisi ingin menghadiri dua-duanya, tetapi di sisi yang lain
seperti tidak memungkinkan bagi saya pergi kedua tempat yang berbeda dengan
jarak yang berjauhan.
Namun karena ini adalah tujuan
baik maka dari itu saya membuat rencana dan akhirnya memutuskan menghadiri
kedua acara tersebut. Dengan segera saya membeli tiket pesawat ke Bukit Tinggi
berangkat tanggal 4 Januari dengan keberangkatan dini hari dan pulang tanggal 6
Januari ( saya akhirnya cuti kerja selama 2 hari ). Setelah itu saya langsung
memesan tiket kereta ke Sukabumi dari Bogor tanggal 3 Januari dengan jam
keberangkatan pukul 8 pagi. Tetapi sebenarnya saya kehabisan tiket untuk pulang
kembali ke bogor pada hari yang sama. Sedangkan teman saya yang sudah janjian
bertemu di Bogor masih mendapat tiket pulang pergi. Awalnya saya mengurungkan
niat saya untuk pergi ke Sukabumi karena jika naik bis dari Sukabumi ke Jakarta
akan memakan waktu yang lama, dan lebih parah lagi saya pulang sendirian.
Ditambah pada tanggal segitu adalah puncak arus balik liburan. Tetapi dengan
niat baik saya akhirnya memulai perjalanan dengan yakin bahwa tak ada salahnya
menghabiskan waktu jauh dari rumah sesekali dalam hidup saya.
Ketika hari sabtu tanggal 3 Januari
pukul setengah enam saya sudah ada d stasiun cakung menuju Bogor. Sampai Bogor
sekitar pukul setengah 8, akhirnya saya bertemu teman lama saya disana dan
pergi menuju Sukabumi. Sesampai disana pukul 10, dengan segera kami mencari tempat
resepsi di Hotel Pangrango. Hingga akhirnya saya tiba tepat waktu pukul 11.
Saya dan teman saya sangat menikmati perjalan kami. Sungguh hal yang
menyenangkan bertemu teman lama apalagi disaat suka cita. Kami banyak bercerita
hingga waktu berakhir dan kami harus pulang, khususnya teman saya karena kereta
sudah menunggu.
Dan disinilah saya mulai was
was, karena ternyata sesampai di terminal Sukabumi, saya kehabisan bis yang langsung menuju priok
atau pulo gadung ( karena rumah saya dekat kedua terminal tersebut ). Saya
sudah menyangka bahwa puncak arus balik liburan memang pasti padat penumpang.
Akhirnya saya mendapat bis menuju Kp. Rambutan. Dan apa yang saya khawatirkan
terjadi, bis nya memutar-mutar Sukabumi terlebih dahulu sampai kira-kira dua
jam. Bayangkan dari pukul setengah 3 sampai setengah 5 saya masih di kota Sukabumi.
Lalu ditambah macet yang benar benar panjang sepanjang jalan menuju Bogor. Lalu
tibalah saya di Kp. Rambutan pukul 10
malam. Segera saya naik Busway ke Priok dan langsung dijemput Bapak saya.
Sebenarnya beliau ingin menjemput di Kp. Rambutan, tetapi saya kasihan karena
terlalu jauh dan larut malam, maklum Bapak saya sudah tidak muda lagi. Lalu
sampai di rumah pukul 12 malam, saya langsung tidur dan bangun pukul 2 subuh
bersiap ke bandara. Untungnya koper dan segala hal lain sudah saya siapkan
sebelumnya. Padahal saya adalah orang sks ( sistem kebut semalam ) tetapi untuk
perjalanan kali ini saya berusaha untuk bersiap jauh-jauh hari.
Dengan rasa kantuk dan capek
yang luar biasa akhirnya saya berangkat. Tibalah saya subuh di bandara dan
langsung segera saya Shalat dan akhirnya menuju pesawat dengan keberangkatan
pukul 6 pagi. Akhirnya sampai dengan selamat di Padang pukul 8 pagi. Sebelumnya
saya sudah diberi alamat dan cara ke rumah teman saya di Bukit Tinggi, makanya
saya tidak begitu binggung. Dari bandara saya mencari travel yang ke Bukit Tinggi.
Tetapi yang saya khawatirkan tejadi yaitu kendala bahasa dan rasa tidak nyaman
ke tempat yang asing bagi saya. Si kernet tidak bisa berbahasa Indonesia tetapi
untunglah si supir bisa, walau sedikit
sedikit dan masih tetap memakai logat minang.
Dan akhinya saya sampai di Bukit
Tinggi tempat resepsi teman saya pukul 11 siang. Untungnya pernikahannya di
rumahn sehingga sampai malam dan tidak lagi berpergian karena sungguh saya
benar benar kantuk sekali. Tapi saya sangat senang sekali karena disambut
hangat oleh keluarga teman saya seperti saudara sendiri. Tempatnya memang di
pedesaan, tetapi saya sangat hangat sekali berada disana. Jauh dari hiruk pikuk
kota Jakarta yang padat dan bising. Keesokan harinya setelah resepsi saya diajak teman saya dan keluarganya jalan-jalan
ke Ngarai Sianok, Air Terjun Lembah Anai, Benteng peninggalan Belanda , rumah Bung hatta
dan tidak lupa Jam Gadang. Dan ternyata tempat wisata di Indonesia tidak kalah
bagus dengan Luar Negeri seperti yang kebanyakan orang bilang. Di Bukit Tinggi
daerahnya masih sejuk, banyak perbukitan, dan tentunya makanan khas sana yang
sangat cocok di lidah.
Untuk pertama kalinya saya
berpergian jauh dari rumah tanpa ditemani orang tua dan sendiri pula. Dan
ternyata Travelling adalah hal yang menyenangkan. Saya bisa berinteraksi dengan
dunia luar, menikmati alam sambil berfoto ria, mencoba kuliner khas daerah dan
masih banyak lagi. Sungguh saya tidak menyesal dengan liburan kali ini. Karena
disetiap menitnya saya sangat sangat menikmati. Dan mungkin sekarang Travelling
sudah menjadi daftar hobi saya yang baru.
Next
travel...
Perjalanan
selalu mengasyikan
Kamis, 16 Juli 2015
.........m
Setahun sekali tiga puluh hari sebulan
empat belas jam sehari
lewat tak terasa berlalu terus menyapa
Terus dan terus, terulang selalu tak ada yang tersisa, lewat begitu saja
Seakan-akan mereka lupa Sang Pencipta
Hanya tahu dunia belaka yang selalu terlena
empat belas jam sehari
lewat tak terasa berlalu terus menyapa
Terus dan terus, terulang selalu tak ada yang tersisa, lewat begitu saja
Seakan-akan mereka lupa Sang Pencipta
Hanya tahu dunia belaka yang selalu terlena
Langganan:
Postingan (Atom)




