Minggu, 20 Mei 2012

Seruan Alam

Air di hulu terus mengalir ke hilir
Lalu mengapa aku diam?
Matahari terus terbit dari timur ke barat setiap hari
Lalu mengapa aku duduk terdiam?
Angin berhembus tiada henti seperti tak ada yang dapat menghentikannya
Lalu mengapa aku terngungu saja di hadapan cermin
Tanah memberikan kemakmuran dengan sisa tenaganya
Lalu mengapa aku masih diam?
Pohon-pohon tumbuh juga walau sepertinya terlihat sengsara
Namun ternyata aku tetap tak bergerak sedikitpun...

Beberapa puluh tahun kemudian...

Aku mencari taman untuk kesegaran
Tapi tak kutemukan
Aku ingin mencari kehangatan matahari
Tapi sekarang sinarnya tak lagi bersahabat
Aku menantikan sejuknya angin sepoi-sepoi
Tapi kini angin lain yang mendatangiku
Aku berjalan di pinggir sungai
Tapi aku yakin ini bukan sungai yang biasa kulihat ketika itu
Kini orang membicarakannya
Hal yang dulu menurut mereka tidak penting
Begitupun Aku
Namun ternyata semua itu tak berarti lagi
Karena waktu tak dapat berputar kembali

Apakah ini seruan? Untuk apa dunia berada didepanku

( www.kabarindonesia.com )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar