Sabtu, 14 September 2013

Aku bersyukur masih bisa menghirup udara malam  yang dingin di penghujung hari, walau sebelumnya aku hanyut akan takdir yang menyapa sesaat


Aku bersyukur masih diberi cahaya kebaikan yang ditebarkan oleh hamba-hamba-Nya, walau sebelumnya aku terlalu terpaku pada kenyataan yang tak ingin kualami


Aku masih bersyukur bisa menyiratkan seuntas senyuman kecil dan untaian kata-kata sambil menikmati malam, walau sebelumnya aku merasa sedih akan nasib berkunjung menghampiri


Aku masih bersyukur diberi kenyataan daripada angan-angan sesaat, walau sebelumnya aku terus menerus menahan airmata yang pada waktu - waktu tertentu jatuh tak sengaja, mengingat semua perjuanagnku, niatku dan segala hal yang terjadi kepadaku

Namun, aku tertunduk malu pada sang Pencipta, mengapa aku mengeluh? mengapa aku terdiam? mengapa aku merasa tersiksa pada kenyataan? padahal sama sekali semua itu bukan siksaan melainkan kado terindah dari-Nya melalui proses hidup. Aku malu selalu terus menerus mengingat hal buruk, sedangkan banyak sekali kebahagiaan menghampiri. Aku tak sadar sampai waktu menyadarkanku apa arti fana dan fatarmorgana sedang realita adalah sesuatu yang nyata...aku malu benar-benar malu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar